BMKG dan KNKT Perkuat Pemanfaatan Informasi Cuaca untuk Keselamatan Transportasi
BMKG dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memperkuat koordinasi pemanfaatan data meteorologi untuk mendukung keselamatan transportasi nasional. Kerja sama ini mencakup sektor udara, laut, dan darat, baik dalam membantu investigasi kecelakaan maupun mendorong pencegahan.
Penguatan sinergi tersebut dibahas dalam audiensi kedua lembaga di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa informasi cuaca berperan dalam mendukung keselamatan dan pengambilan keputusan operasional transportasi.
Layanan cuaca untuk berbagai moda transportasi
Untuk penerbangan, BMKG memiliki 106 lokasi stasiun meteorologi yang melayani kebutuhan informasi cuaca dari 620 bandar udara. Jaringan pendukungnya meliputi 190 titik bandara dengan Automatic Weather Observing System (AWOS) dan 46 radar cuaca eksisting, menurut keterangan BMKG.
Di sektor maritim, BMKG menyediakan layanan informasi cuaca untuk 677 pelabuhan. Layanan ini didukung BMKG Ocean Forecast System (OFS), termasuk INA-DRIFT untuk memprediksi pergerakan objek di laut serta platform INA-WIS untuk informasi dan peringatan cuaca maritim.
Untuk transportasi darat dan kereta api, BMKG mengembangkan Digital Weather for Traffic (DWT). Layanan tersebut menyediakan informasi cuaca di jalur perjalanan, peringatan dini, dan prakiraan cuaca berdasarkan rute. Informasi BMKG juga disebarkan melalui situs resminya, aplikasi Info BMKG, dan kanal lainnya.
Dukungan data untuk investigasi kecelakaan
BMKG menyediakan data meteorologi untuk membantu KNKT dalam investigasi, terutama pada sektor penerbangan. Dukungan yang disebutkan BMKG mencakup sistem penerbangan terintegrasi INASIAM, situs Meteorologi Penerbangan, serta data METAR, TAF, dan prakiraan awan cumulonimbus (CB). Informasi tersebut dapat menggambarkan kondisi atmosfer pada waktu dan lokasi kejadian sebagai bahan pendukung analisis.
Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan lembaganya melakukan pengamatan dan pengolahan data cuaca selama 24 jam serta berupaya mempercepat penyampaian informasi. BMKG juga siap memberikan data meteorologi kepada KNKT ketika terjadi insiden atau kecelakaan transportasi.
Ketua KNKT Ahmad mengapresiasi dukungan BMKG dalam penyediaan dan verifikasi data cuaca untuk investigasi. Ia menyebut dukungan data BMKG dalam penanganan insiden Kapal Virgo sebagai salah satu contoh. Ahmad juga menyampaikan bahwa jumlah investigator pelayaran di Indonesia terbatas, sehingga kolaborasi dengan pemangku kepentingan diperlukan.
KNKT menilai kerja sama dengan BMKG perlu dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang lebih komprehensif, termasuk pengaturan pertukaran informasi dan keahlian. Koordinasi tersebut diharapkan dapat membantu penyediaan analisis meteorologi setelah notifikasi kecelakaan diterima. Data dan prakiraan cuaca juga dinilai penting untuk mendukung keselamatan saat mobilitas masyarakat meningkat, seperti pada mudik Lebaran dan libur Natal dan Tahun Baru.
BMKG menyatakan dukungan kepada KNKT dilaksanakan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing lembaga. Kedua pihak membahas optimalisasi koordinasi agar data meteorologi dapat dimanfaatkan untuk investigasi sekaligus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan dan perlindungan masyarakat.