BMKG dan Weathernews Kembangkan Prediksi Hujan Berbasis AI

22/10/2026 00:33

BMKG menjalin kerja sama dengan Weathernews Inc. (WNI) untuk mengembangkan sistem prediksi curah hujan berbasis kecerdasan buatan atau AI. Kolaborasi ini ditujukan untuk meningkatkan akurasi prakiraan hujan sekaligus mendukung layanan informasi cuaca dan mitigasi bencana hidrometeorologi di Indonesia.

Perjanjian kerja sama ditandatangani di Gedung Multi Hazard Early Warning System (MHEWS) BMKG, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026). Setelah penandatanganan, kedua pihak menggelar pertemuan eksekutif untuk membahas rencana pengembangan, tahapan pelaksanaan, dan target pemanfaatan sistem.

Pengembangan dirancang berlangsung tiga tahun

Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan, kerja sama tersebut berfokus pada pengembangan bersama sistem prediksi hujan berbasis AI yang direncanakan berlangsung selama tiga tahun. Kegiatannya meliputi pengembangan sistem, bimbingan teknis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia BMKG, serta evaluasi dan pengelolaan operasional.

BMKG akan menyediakan data radar historis dan real-time, sementara WNI berkontribusi melalui keahlian dalam pemodelan AI. Menurut BMKG, penggabungan kedua unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat akurasi dan kapasitas prediksi curah hujan.

Direktur Eksekutif sekaligus Chief Operating Officer Risk Management Weathernews Inc., Daisuke Abe, menyebut pengembangan akan dilakukan bertahap. Fase awal berfokus pada pemanfaatan data radar cuaca. Data observasi lain dapat diintegrasikan setelah melalui evaluasi pengembangan.

Tata kelola data dan target hasil

Kerja sama ini juga mengatur tata kelola data dan hak kekayaan intelektual. Data primer yang berasal dari Indonesia tetap menjadi milik BMKG, sedangkan komputasi model AI akan menggunakan infrastruktur BMKG sesuai regulasi. Hak kekayaan intelektual dan data yang dihasilkan dari proyek direncanakan menjadi milik bersama, dengan tetap memperhatikan kerahasiaan, kedaulatan data, dan ketentuan hukum.

Persiapan implementasi mencakup penyediaan training data oleh BMKG untuk mendukung kegiatan workshop dan praktik pengembangan model bersama tim teknis. Proyek akan dilanjutkan dengan evaluasi, dengan target hasil pengembangan siap dirilis kepada masyarakat pada musim hujan 2027–2028.

BMKG menyatakan pengembangan tidak hanya diarahkan pada kemampuan nowcasting atau prakiraan jangka pendek, tetapi juga pada keluaran yang memiliki manfaat operasional terukur bagi layanan informasi cuaca. Kolaborasi ini diharapkan turut mendukung mitigasi bencana, pengelolaan risiko, dan keselamatan masyarakat.