BMKG: Musim Hujan Bengkulu 2026/2027 Diprediksi Mundur di 55,6 Persen Wilayah

02/10/2026 00:33

BENGKULU – Musim hujan 2026/2027 di Provinsi Bengkulu diperkirakan mulai pada dasarian III Oktober hingga November 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut awal musim hujan mundur dari waktu normalnya di sekitar 55,6 persen wilayah.

Prediksi tersebut disampaikan Stasiun Klimatologi Kelas I Bengkulu dalam pemaparan yang digelar secara hybrid di Taman Wisata Mangrove Bhadrika, Kota Bengkulu. Informasi ini disiapkan untuk mendukung kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi potensi bencana hidrometeorologi pada masa peralihan maupun musim hujan.

El Nino dan IOD Positif memengaruhi musim hujan

Prakirawan Stasiun Klimatologi Kelas I Bengkulu, Ulfa Nila Rahmawati, menjelaskan bahwa El Nino yang terpantau kuat dan fase IOD Positif di Samudra Hindia sedang aktif bersamaan. Menurut prediksi BMKG, El Nino diperkirakan bertahan hingga awal 2027.

Kondisi dinamika iklim tersebut diperkirakan membuat musim hujan di Bengkulu berlangsung lebih singkat dari biasanya. Puncak musim hujan diprakirakan terjadi secara merata pada Desember 2026 hingga Januari 2027.

BMKG dorong langkah mitigasi dan kewaspadaan

Plt. Kepala Balai Besar MKG Wilayah II, Ana Oktavia Setiowati, menekankan pentingnya tindak lanjut atas informasi prediksi dan peringatan dini BMKG melalui langkah mitigasi yang konkret. Sinergi lintas sektor diperlukan agar bidang pertanian, sumber daya air, dan kebencanaan dapat menyesuaikan strategi sejak dini tanpa menimbulkan kepanikan.

BMKG juga mengimbau masyarakat dan pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan pada awal Oktober. Masa pancaroba dapat diwarnai cuaca ekstrem yang datang mendadak, termasuk hujan lebat dan angin kencang berdurasi singkat.

Data serta buletin prediksi iklim akan disebarkan secara berkala untuk mendukung penyuluh pertanian dalam membantu petani menentukan jadwal tanam. BMKG melalui Stasiun Klimatologi Kelas I Bengkulu merilis prediksi musim hujan ini sebagai bagian dari upaya memperkuat kesiapsiagaan di wilayah Bengkulu.