Siswa SD Muhammadiyah 1 Jakarta Belajar Cuaca dan Mitigasi Bencana di BMKG

06/10/2026 00:33

Siswa kelas 5 dan 6 SD Muhammadiyah 1 Jakarta berkunjung ke Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mempelajari meteorologi, klimatologi, geofisika, serta mitigasi bencana. Kegiatan ini mengenalkan ilmu yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dan langkah yang dapat dilakukan saat bencana terjadi.

Menurut informasi BMKG, kunjungan diawali dengan simulasi gempa berkekuatan M7.0 yang pernah terjadi di Lombok pada 2018. Para siswa berlatih bersikap saat menghadapi gempa bumi dan mendapat kesempatan mencoba simulator gempa. Banyak siswa tampak antusias mengikuti sesi tersebut.

Mengenal alat pengamatan cuaca dan iklim

Di Taman Alat Meteorologi, siswa mengamati instrumen pemantau atmosfer. Cuaca terik saat kunjungan memperlihatkan cara sejumlah alat bekerja: suhu udara tercatat pada sangkar meteorologi, sinar matahari membakar kertas pias pada Campbell-Stokes, dan penguapan air meninggalkan bekas pada dinding panci evaporimeter.

Para siswa kemudian mengunjungi Galeri B.A.I.K, singkatan dari Bumi, Atmosfer, Iklim, Kualitas Udara. Di galeri tersebut, mereka mempelajari alat pengamatan iklim yang digunakan BMKG serta mencoba media pembelajaran interaktif tentang dampak perubahan iklim dan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini.

Belajar mitigasi gempa bumi dan tsunami

Materi di Ruang Media Center membahas cuaca, gempa bumi, tsunami, dan mitigasi bencana. Siskaria dari Direktorat Meteorologi Publik menyampaikan materi tentang jenis cuaca, perbedaannya dengan iklim, tanda dan dampak bencana hidrometeorologi, serta langkah mitigasi dan evakuasi.

Materi gempa bumi dan tsunami disampaikan oleh Irma Kurniawati dan Catur Hidayatullah dari Direktorat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG. Pembahasan meliputi struktur bumi, pergerakan lempeng, jenis gempa, dan penyebab tsunami. Siswa juga mempelajari kesiapsiagaan, barang yang perlu disiapkan dan dibawa, serta cara evakuasi saat gempa bumi dan tsunami.

BMKG menyebut para siswa aktif bertanya dan mengikuti kuis mengenai materi yang telah disampaikan. Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mereka untuk menambah wawasan sekaligus memperdalam pemahaman tentang cuaca dan kesiapsiagaan bencana.